Pembangunan Ekonomi dan Reformasi Sektor Publik Menuju ASEAN Community 2015

Menurut Pro. Eko “Dalam pengembangan pemerintahan Ilmu Administrasi Negara akan memegang peran penting secara regional, nasional dan global. Peran IAPA sebagai asosiasi tempat berkumpulnya ahli dalam bidang administrasi public, terutama dalam penyusunan berbagai strategi dari sector public. Selama ini IAPA sudah menjadi mitra pemerintah dalam perumusan kebijakan, RPJM dan Renstra, kedepannya peran IAPA akan semakin bertambah dengan menjadi lembaga penjaminan mutu dalam sector public.
Tiga Hal Penting menurut Prof. Eko:
1.    Tingkat perubahan harapan masyarakat yang sangat cepat dengan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Kecepatan ini bergerak menurut deret ukur, sedangkan perubahan birokrasi menurut deret hitung
2.    Globalisasi yang semakin masif dan komprehensif. Tahun 2015 Indonesia akan berada dalam Asean Economic Community dengan Asean Free Trade
3.    Sumber daya alam yang semakin terbatas karena pemanfaatannya yang tidak terkontrol

Pembicara dari Kabupaten Meranti, Bapak Bupati mengatakan bahwa awalnya Kabupeten Meranti merupakan salah satu kabupeten termiskin. Berbeda dengan kondisi sekarang, kondisi daerah sudah lebih baik khususnya dalam peyelenggaraan pemerintahan. Salah satunya penurunan angka kemiskinan dari 40% menjadi 30% pertahun. Kemudian pembagian alokasi APBD, untuk Anggaran pembangunan/public sebanyak 63% dan untuk belanja aparatur (gaji pegawai) sebanyak 37%. Dalam mengahadapi era ASEAN Economicc 2015, Kabupaten Meranti sebagai daerah yang berhadapan langsung dengan Malasyia dan Singapura sudah mempersiapkan diri dari berbagai sector. Misalnya memberikan beasiswa gratis bagi warga miskin yang mempunyai prestasi, setelah para penerima baeasiswa tersebut mereka kembali direkrut menjadi menjadi tenaga ahli di daerah. Kemudian program lain yang dipersiapkan adalah “one village one product”. Setiap desa dikabupaten Meranti harus mempunyai keunggulannya masing-masing.

Dalam konferensi ini salah satu dosen FISIP Universitas Almuslim menjadi pembicara di sesi paraler, Rahmad membawa makalah dennga judul penelitian “Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Daerah dalam Pelayanan Publik di Kantor Camata Peudada Kab Bireun”. Hasil penelitian yang dipaparkan bahwa untuk saat ini pemerintah kecamatan Peudada harus meningkatkan pelayanan public kepada masyarakat. Semangat pemerintah daerah kabupaten Bireun dalam menjadikan Bireun sebagai daerah Parawisata Pelayanan Publik akan terimplementasi. Juga dapat disampaikan dalam konfrensi ini komitmen dari IAPA akan membantu pemerintah daerah, terutama Kabupaten Bireuen. Hal yang sama juga dikatakn Gubernur Riau dalam jamuan makan malam, beliau menyampaikan Provinsi Riau siap berkerjasama dengan Pemerintahan Aceh dalam penyelenggaraan Pemerintahan.