Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Almuslim Perkenalkan Tarian Nasional di Universitas dan Institusi Kenegaraan di India dalam Program Magang di KJRI India

India – Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI) Universitas Almuslim (Umuslim), Siti Mutiara Nailah dan Redina Istifarna, terus menunjukkan kiprah positif selama mengikuti program magang di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Mumbai, India. Selain memperoleh pengalaman di bidang diplomasi dan hubungan internasional, keduanya juga aktif memperkenalkan budaya Indonesia melalui berbagai pertunjukan tari tradisional di sejumlah universitas dan institusi di India.

Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Almuslim, Yenni Rosana, M.A. Pol. Sci. (IRCP), M.A. Int. Com. Dev., menyampaikan bahwa partisipasi mahasiswa dalam berbagai kegiatan budaya tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi generasi muda Indonesia dalam memperkuat hubungan antarbangsa melalui diplomasi budaya. Melalui seni dan budaya, mahasiswa tidak hanya membawa nama baik almamater, tetapi juga menjadi representasi Indonesia di mata masyarakat internasional.

Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Almuslim, Risky Novialdi, M.HI., turut menyampaikan bahwa program magang internasional merupakan salah satu bentuk implementasi komitmen Universitas Almuslim dalam memperluas pengalaman belajar mahasiswa hingga ke tingkat global.

“Dunia pendidikan tinggi saat ini dituntut untuk memberikan pengalaman belajar di lapangan bahkan hingga ke luar negeri. Universitas Almuslim di bawah Kantor Urusan Internasional sedang membangun koneksi dengan berbagai negara di dunia, termasuk saat ini mitra strategis kita adalah KJRI Mumbai,” ujar Risky Novialdi.

Menurutnya, melalui kemitraan tersebut mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik dan profesional di lingkungan diplomatik, tetapi juga memiliki kesempatan menjadi duta budaya Indonesia yang memperkenalkan kekayaan seni dan budaya bangsa kepada masyarakat internasional.

Selama menjalani program magang di KJRI Mumbai, kedua mahasiswa tersebut dipercaya untuk menampilkan berbagai tarian tradisional Indonesia dalam sejumlah agenda resmi yang melibatkan akademisi, komunitas internasional, hingga masyarakat setempat.

Penampilan pertama dilaksanakan pada Rabu, 24 Juni 2026, di Somaiya University, Mumbai, dalam rangka Kuliah Umum yang menghadirkan dosen dari Universitas Indonesia (UI). Pada kesempatan tersebut, Siti Mutiara Nailah dan Redina Istifarna memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui penampilan tari tradisional yang mendapat sambutan hangat dari sivitas akademika dan para peserta kegiatan.

Selanjutnya, pada Kamis, 25 Juni 2026, keduanya kembali tampil dalam kegiatan Jakarta Mumbai Update (JAMU) dan MNI Exhibition “Foyer of Friendship” yang diselenggarakan di Sofitel Mumbai. Dalam agenda yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan Indonesia dan India tersebut, mereka membawakan dua tarian tradisional Indonesia, yaitu Tari Ratoh Jaroe dari Aceh dan Tari Tor-Tor dari Sumatera Utara. Penampilan tersebut menjadi salah satu daya tarik acara sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya Nusantara kepada para tamu internasional.

Rangkaian promosi budaya Indonesia berlanjut pada Sabtu, 27 Juni 2026, ketika kedua mahasiswa tampil di Malaka Spice, Pune, dalam rangka Festival Kuliner Indonesia. Melalui pertunjukan tari tradisional yang dipadukan dengan promosi kuliner khas Indonesia, mereka turut memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat India dalam suasana yang penuh keakraban dan persahabatan.

Yenni Rosana menyampaikan harapannya agar pengalaman internasional ini semakin memperluas wawasan global mahasiswa sekaligus memperkuat komitmen mereka dalam mempromosikan Indonesia     di tingkat dunia.

Ia menjelaskan bahwa program magang internasional yang dijalani mahasiswa merupakan bagian dari upaya Universitas Almuslim dalam memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih luas dan kontekstual. Melalui keterlibatan langsung di lingkungan diplomatik, mahasiswa diharapkan mampu memahami praktik hubungan internasional secara nyata sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya, diplomasi publik, dan jejaring internasional.

Keterlibatan Siti Mutiara Nailah dan Redina Istifarna dalam memperkenalkan Tari Ratoh Jaroe dan Tari Tor-Tor menjadi cerminan kekayaan budaya Indonesia yang beragam. Tari Ratoh Jaroe dikenal dengan gerakan yang kompak, penuh semangat, serta mengandung nilai-nilai religius dan kebersamaan. Sementara Tari Tor-Tor merupakan warisan budaya masyarakat Batak yang sarat akan makna penghormatan, persatuan, dan identitas budaya. Kedua tarian tersebut menjadi media diplomasi budaya yang efektif dalam memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat internasional.

Program magang di KJRI Mumbai sendiri memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari berbagai aspek diplomasi, pelayanan konsuler, promosi budaya, serta hubungan bilateral Indonesia–India. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal berharga dalam membangun karier di bidang hubungan internasional pada masa mendatang.

Keberhasilan kedua mahasiswa tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa Universitas Almuslim lainnya untuk terus mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik serta berani tampil di panggung internasional dengan tetap membawa identitas dan budaya bangsa.

Universitas Almuslim melalui Program Studi Ilmu Hubungan Internasional bersama Kantor Urusan Internasional (KUI) berkomitmen untuk terus mendorong mahasiswa mengikuti berbagai program internasional yang mampu memperluas wawasan global, meningkatkan kompetensi profesional, sekaligus memperkuat peran generasi muda sebagai duta budaya Indonesia di tingkat dunia.

(Humas FISIP)