
Bireuen – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Almuslim menerima kunjungan silaturahmi dari Forum Komunikasi Korban dan Keluarga Korban Tragedi Simpang KKA (FK3T-SP.KKA) yang dirangkaikan dengan penyerahan Sertifikat Ucapan Terima Kasih sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan dukungan FISIP Universitas Almuslim dalam kegiatan Mengenang 27 Tahun Tragedi Simpang KKA yang dilaksanakan pada 3 Mei 2026.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Almuslim, Jamaluddin, S.E., M.Si., Ak., CA., CAFP, bersama sivitas akademika FISIP Universitas Almuslim. Dalam kesempatan tersebut, pengurus FK3T-SP.KKA menyampaikan apresiasi kepada FISIP Universitas Almuslim atas dukungan dan partisipasi aktif dosen serta mahasiswa, khususnya dari Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, dalam rangkaian kegiatan mengenang Tragedi Simpang KKA.

Penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada FISIP Universitas Almuslim atas kontribusi sivitas akademika dalam mendukung kegiatan refleksi sejarah, penghormatan kepada para korban, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Keterlibatan dosen dan mahasiswa menunjukkan komitmen FISIP Universitas Almuslim dalam membangun kepedulian generasi muda terhadap sejarah, perdamaian, hak asasi manusia, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Partisipasi Program Studi Ilmu Hubungan Internasional dalam kegiatan tersebut difasilitasi oleh Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Yenni Rosana, M.A. Pol. Sci. (IRCP), M.A. Int. Com. Development, bersama Risky Novialdi, A.IP., M.H.I. Sementara itu, pendampingan mahasiswa selama mengikuti rangkaian kegiatan di lapangan dilakukan oleh Khairul Hasni, S.H., M.A. dan Al Azhar, S.S., M.Sos. Turut serta mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional yang berpartisipasi dalam kegiatan mengenang Tragedi Simpang KKA.

Dalam pertemuan tersebut, pengurus FK3T-SP.KKA juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pimpinan FISIP Universitas Almuslim beserta seluruh dosen dan mahasiswa yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Menurut mereka, keterlibatan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menjaga memori kolektif masyarakat, memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, serta menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap sejarah.
Selain penyerahan sertifikat penghargaan, pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kedua belah pihak membahas berbagai peluang kolaborasi sebagai langkah awal penjajakan Memorandum of Agreement (MoA) antara FK3T-SP.KKA dan FISIP Universitas Almuslim. Kerja sama tersebut diarahkan pada pengembangan kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, seminar, diskusi ilmiah, serta kajian mengenai sejarah, hak asasi manusia, perdamaian, dan kemanusiaan.
Pengurus FK3T-SP.KKA juga menyampaikan kesiapan untuk mendukung berbagai aktivitas akademik di lingkungan FISIP Universitas Almuslim. Dukungan tersebut meliputi kesediaan menjadi narasumber dalam seminar dan kuliah umum, memberikan informasi serta dokumentasi kepada mahasiswa yang melakukan penelitian, hingga mendampingi mahasiswa yang ingin mengangkat Tragedi Simpang KKA, penyelesaian konflik, rekonsiliasi, perdamaian, maupun hak asasi manusia sebagai tema skripsi dan penelitian ilmiah.
Selain itu, FK3T-SP.KKA mendorong mahasiswa untuk menghasilkan berbagai karya ilmiah maupun karya kreatif, seperti puisi, esai, artikel ilmiah, opini, dan karya sastra lainnya yang mengangkat nilai-nilai kemanusiaan serta refleksi sejarah. Inisiatif tersebut diharapkan dapat menjadi media edukasi sekaligus upaya menjaga memori kolektif bagi generasi muda.
Menutup pertemuan, kedua belah pihak berharap penjajakan kerja sama ini dapat segera ditindaklanjuti melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) sebagai dasar pelaksanaan berbagai program kolaboratif. Sinergi antara FISIP Universitas Almuslim dan FK3T-SP.KKA diharapkan mampu memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pelestarian nilai-nilai sejarah dan kemanusiaan.

(Humas FISIP)
