FISIP Universitas Almuslim dan BRA Gelar Kuliah Umum Penguatan SDM Pasca Konflik

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Almuslim bekerja sama dengan Badan Reintegrasi Aceh (BRA) menyelenggarakan Kuliah Umum bertema “Penguatan Sumber Daya Manusia Pasca Konflik” pada Senin, 09 Februari 2026, bertempat di Ruang Kuliah Umum (RKU) Kampus Timur Universitas Almuslim. Kegiatan ini sekaligus menjadi kuliah hari pertama Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 bagi mahasiswa FISIP Universitas Almuslim.

Kuliah umum ini menghadirkan Ketua Badan Reintegrasi Aceh, Jamaluddin, S.H., M.Kn., sebagai narasumber utama dan diikuti oleh 170 mahasiswa dari Program Studi Administrasi Publik, Administrasi Bisnis, dan Ilmu Hubungan Internasional. Sejak awal kegiatan, mahasiswa terlihat antusias dan aktif mengikuti pemaparan materi serta sesi diskusi.

Acara diawali dengan sambutan dan pembukaan resmi oleh Dekan FISIP Universitas Almuslim, Jamaluddin, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, Dekan FISIP menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga strategis daerah dalam mendukung pembangunan Aceh, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia pasca konflik.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FISIP Universitas Almuslim dan Badan Reintegrasi Aceh, serta Implementation of Arrangement (IA) antara BRA dengan program studi di lingkungan FISIP. Penandatanganan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam pelaksanaan kerja sama berkelanjutan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Memasuki sesi inti yang dimoderatori oleh Yusrawati, S.E., M.M., Jamaluddin, S.H., M.Kn. menyampaikan bahwa BRA merupakan lembaga yang berperan penting dalam proses resolusi dan penguatan perdamaian Aceh. Ia menekankan bahwa penguatan sumber daya manusia pasca konflik menjadi kunci utama dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Dalam pemaparannya, ia juga menyoroti berbagai tantangan pasca konflik, seperti keterbatasan akses pendidikan, rendahnya keterampilan kerja, trauma sosial, serta stigma terhadap kelompok tertentu. Untuk itu, BRA mendorong penguatan SDM melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pendekatan pemulihan sosial berbasis nilai agama dan budaya lokal.

Melalui kuliah umum ini, FISIP Universitas Almuslim berharap mahasiswa memperoleh pemahaman kontekstual mengenai isu perdamaian dan pembangunan Aceh, sekaligus menumbuhkan kesadaran kritis dan peran aktif generasi muda dalam mendukung perdamaian yang berkelanjutan.

(Humas-FISIP)